Minggu, 25 Desember 2016 0 komentar

Filosofi waktu

Ada satu hal yang terbersit di benak saya pagi ini. Suatu filosofi tentang waktu.
That time is magic.
Bahwa waktu itu ajaib.
Mengapa?

Karena tidak ada yang bisa mengerti permainan waktu. Waktu tidak pernah menunggu saat kamu siap atau tidak. Waktu juga tidak peduli apakah kamu ingin berhenti sejenak di satu saat yang menyenangkan, ia akan terus berjalan seperti seharusnya, Waktu juga tidak bisa bergulir lebih cepat ketika kamu ada dalam saat terburuk dalam hidup, saat kamu menginginkan waktu cepat berlalu. Kamu bahagia sekarang, belum tentu di waktu berikutnya kamu juga akan bahagia. Everything in life is temporary; so do the happiness and the sadness. Semua memiliki waktunya masing-masing, semua hal dalam hidup akan diseimbangkan oleh waktu.
1 komentar

Kondisi Pendidikan di Indonesia

Sebagai salah satu wahana pembentuk karakter bangsa, sekolah adalah lokasi penting dimana para "Nation Builders" Indonesia diharapkan dapat berjuang membawa negara bersaing di kancah global. Seiring dengan derasnya tantangan global, tantangan dunia pendidikan pun menjadi semakin besar, hal ini yang mendorong para siswa mendapatkan prestasi terbaik.

Namun, dunia pendidikan di Indonesia masih memiliki beberapa kendala yang berkaitan dengan mutu pendidikan diantaranya adalah keterbatasan akses pada pendidikan, jumlah guru yang belum merata, serta kualitas guru itu sendiri dinilai masih kurang. Terbatasnya akses pendidikan di Indonesia, terlebih lagi di daerah berujung kepada meningkatnya arus urbanisasi untuk mendapatkan akses ilmu yang lebih baik di perkotaan.
0 komentar

Tahap-tahap turunnya Al-Qur’an

Ada 3 Tahapan turunnya Al-Qur'an :

1· Tahap pertama ( At-Tanazzulul Awwalu ), Al-Qur’an diturunkan atau ditempatkan di Lauh Mahfudh, yakni suatu tempat di mana manusia tidak bisa mengetahuinya secara pasti. Hal ini sebagaimana diisyaratkan dalam QS Al-Buruj : 21-22.

2. Tahap kedua (At-Tanazzulu Ats-Tsani), Al-Qur’an turun dari Lauh Mahfudh ke Baitul `Izzah di Sama’ al-Dunya (langit dunia), yakni setelah Al-Qur’an berada di Lauh Mahfudh, kitab Al-Qur’an itu turun ke Baitul `Izzah di langit dunia atau langit terdekat dengan bum
0 komentar

Apa itu Metakognisi ?

Metakognitif merupakan konsep penting dalam teori kognisi yang secara sederhana didefinsikan sebagai “memikirkan kembali apa yang telah dipikirkan”, bahkan ada ahli yang menghubungkan metakognisi dengan fungsi eksekutif kontrol atau pemrosesan informasi. Walaupun pendefinisiannya berbeda, namun secara umum metakognisi merupakan kesadaran atau pengetahuan seseorang terhadap proses dan hasil berpikirnya (kognisinya) serta kemampuannya dalam mengontrol dan mengevaluasi proses kognitif tersebut.
0 komentar

Bahaya Perang Pemikiran (Ghazwul Fikri)

Beberapa jenis ghazwul fikri atau perang pemikiran yang perlu diwaspadai pada saat ini diantaranya:

1. Perusakan Akhlak

Dalam berbagai media massa musuh-musuh islam melancarkan program-program yang bertujuan untuk merusak akhlak generasi muslim mulai dari anak-anak, remaja maupun dewasa. Diantara perusakan itu adalah lewat majalah, televisi serta musik. Dalam media-media tersebut selalu saja disuguhkan penampilan tokoh-tokoh terkenal yang pola hidupnya jelas-jelas jauh dari nilai-nilai islami. Mulai dari cara berpakaian, gaya hidup dan ucapan-ucapan yang mereka lontarkan. Dengan cara itu mereka telah berhasil membuat idola-idola baru yang generasi islam berkiblat kepada mereka.
0 komentar

Mengenal Ghazwul Fikri

Pada masa ini, perang tidak lagi diidentikan sebagai gesekan fisik atau dengan senjata. Meskipun masih ada peperangan dengan senjata atau fisik seperti di gaza (palestina), Suriah, dan gejolak Mesir, ghazwul fikri tetap pada dominasi utama.

Perang padadasarnya muncul akibat kondisi umat yang jahil (bodoh). Kondisi umat yang jahil ini dapat dilihat kriterianya dalam Qs. Al-Maidah : 50 dan Qs. Az-Zumar : 64. Bodoh (jahil) yang dimaksud dalam Al- Qur’an ini tidak hanya yang kurang dalam pengetahuan tetapi moral dan kecerdasan hati.

Umat yang bodoh akan menghasilkan perang. Dan, perang terbagi atas 3 (tiga) media yaitu:

1. As-Siyasiyah (politik) : Qs.6:123;

2. Al-Asqariyah (militer) : Qs.2:217

3. Al-Iqtishodiyah (ekonomi) : Qs.9:34
0 komentar

Fungsi Kurikulum

(1) Fungsi kurikulum dalam rangka mencapai tujuan pendididkan

Fungsi kurikulum dalam pendidikan tidak lain merupakan alat untuk mencapai tujuan pendididkan.dalam hal ini, alat untuk menempa manusia yang diharapkan sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Pendidikan suatu bangsa dengan bangsa lain tidak akan sama karena setiap bangsa dan Negara mempunyai filsafat dan tujuan pendidikan tertentu yang dipengaruhi oleh berbagai segi, baik segi agama, idiologi, kebudayaan, maupun kebutuhan Negara itu sendiri. Dengan demikian, dinegara kita tidak sama dengan Negara-negara lain, untuk itu, maka:

1. Kurikulum merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan nasional,

2. Kuriulum merupakan program yang harus dilaksanakan oleh guru dan murid dalam proses belajar mengajar, guna mencapai tujuan-tujuan itu,
 
;